SERUBEBA, ROLLE.id–Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendorong penguatan sektor-sektor unggulan daerah sebagai fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan jemaat.
Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menyampaikannya dalam saat memaparkan materi pendampingan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam penguatan basis lokal
Dan materi tersebut disampaikan di kegiatan revitalisasi kelompok binaan GMIT Klasis Rote Timur di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Rabu (19/8).
“Tentu pemerintah terus berupaya dengan melalukan berbagai langkah atau strategi sesuai potensi yang ada,” ucap Wabup Apremoi dalam pemaparannya.

Sektor-sektor Penggerak Ekonomi Lokal
Dalam pemaparan Wabup Apremoi, Pemerintah Daerah (Pemda) Rote Ndao disebutnya menetapkan empat sektor unggulan yang dinilai memiliki daya saing dan potensi pertumbuhan tinggi.
Keempat sektor tersebut adalah, perikanan dan kelautan, kerajinan dan tenun ikat, pertanian dan peternakan, serta pariwisata dan jasa.
Pada sektor perikanan dan kelautan, pengembangan diarahkan pada budidaya ikan air tawar dan rumput laut, penangkapan ikan berkelanjutan hingga pengolahan hasil laut untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Sementara sektor kerajinan dan tenun ikat diarahkan pada pengembangan produk khas Rote dengan desain yang lebih kontemporer dan perluasan akses pasar kreatif nasional.
Di sektor pertanian dan peternakan, Pemda Rote Ndao, mendorong konsep integrated farming, Kintal Gizi, budidaya padi, jagung, sorgum, kacang tanah, hortikultura dan kelapa. Termasuk penguatan peternakan serta hilirisasi produk.
Sedangkan di sektor pariwisata dan jasa, diarahkan pada pengembangan homestay berbasis komunitas, wisata bahari dan layanan pendukung yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

“Potensi yang kita miliki harus diolah menjadi kekuatan ekonomi. Jangan berhenti pada produksi, tetapi harus masuk ke hilirisasi, pengolahan dan pemasaran agar nilai tambahnya kembali kepada masyarakat,” kata Apremoi.
Menurutnya, sektor unggulan tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sebab kekuatan ekonomi lokal akan lebih besar apabila produksi masyarakat dihubungkan dengan kelembagaan, pembiayaan, teknologi, pasar dan jejaring usaha.
“Pemerintah akan berperan sebagai penghubung dan fasilitator agar potensi itu bisa masuk ke pasar dan memberikan nilai ekonomi yang nyata bagi keluarga dan masyarakat,” pungkas Apremoi. (*/ROLLE/JIT)






