NEMBERALA, ROLLE.id–Di balik proses kompensasi Montara kepada petani rumput laut di Desa Nemberala, yang dibayar Rp. 7.200 per Kg, terselip nama dua oknum Badan Permusyawatan Desa (BPD).
Kedua orang ini, yang oleh Bernad Lenggu, Kepala Desa (Kades) periode 2016-2022, dan 2022-2023, pernah menegur secara langsung.
“Beta (saya) sempat bilang, kalau butuh masyarakat, bosong (kalian) memang BPD, tapi sonde punya masyarakat. Yang punya masyarakat itu pemerintah, jadi tolong ko kasi tahu,” jelas Bernard, memperingatkan.
Hanya saja, kedua oknum ini kerap berlindung di kapasitasnya yang BPD, sebagai mitra kerjanya Pemerintah Desa (Pemdes).
Teguran itu malah tak dihiraukan, dengan tetap aktif berperan secara diam-diam dengan mengakses informasi, dan disebar kepada para petani rumput laut di Media Sosial (Medsos) Facebook.
“Beta lia dong selalu posting kebutuhan (administrasi) Montara di FB. Jadi beta bilang, hal-hal yang menyangkut masyarakat harus kasi tahu pemerintah supaya tahu,” ujarnya.

Tak cuma itu. Karena saking kesalnya, Bernard, yang tersambung dalam panggilan suara WhatsApp ini, sempat mengeluarkan pernyataan berbau sindirian yang cukup menusuk.
“Karena basong dekat deng itu pengacara dong jadi butuh apa-apa soal masyarakat (terkait Montara) na basong ambil alih,” ucap Bernard, meniru ucapannya waktu itu.
“Alasan BPD, padahal, dong itu (oknum) juga pengurus yayasan yang urus ini Montara,” ucapnya lagi dari balik telepon.
Kedua oknum BPD tersebut masing-masing adalah Merci Killi, dan Norlin Sine.
Yang berdasarkan penelusuran ROLLE.id (Rote Malole), di akun Facebooknya @Norlin Sine, memperjelas posisinya dalam polemik Montara, juga BPD Nemberala.
Di mana, hotel tempatnya bekerja, kerap dipilih sebagai tempat penginapan Mr.Greg bersama timnya dalam pengurusan Montara di Rote Ndao.
Dan sebagaimana pekerjaan yang dicantumkan pada keterangan pribadi di akun Media Sosial (Medsos) Norlin, mencantumkan perannya sebagai admin di Anugerah Surf and Dive Resort. (*/ROLLE/JIT)






