BA’A, ROLLE.id–Perjalanan panjang tenaga honorer menuju status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kini menjadi sorotan publik.
Di tengah ‘hiruk-pikuk’ kebijakan baru yang muncul, masa depan PPPK dinilai masih berada dalam situasi yang rapuh dan penuh ketidakpastian.
Dan ini datangnya dari mantan anggota DPRD Rote Ndao, Charlie Lian, melalui unggahan reflektif di platform Media Sosial (Medsos) Facebook. Dalam postingannya, digunakan perumpamaan yang cukup menggugah.
“Harus diakui bahwa PPPK adalah terminal darurat dari sebuah perjalanan panjang yang melelahkan,” tulis Charlie Lian di akun Faceboonya @Charlie Lian, Senin (9/3).

Menurutnya, jalan panjang itu dimulai sejak tahun 2005 ketika pemerintah melalui PP Nomor 48 menjanjikan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.
Janji tersebut membuat ribuan honorer tetap bertahan menjalankan tugas pelayanan publik di berbagai daerah, bahkan di wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan tenaga kerja.
“Mereka bertahan karena janji itu. Mereka mengabdi di daerah-daerah karena negara membutuhkan tenaga mereka,” tulis Charlie.

Namun perjalanan panjang itu, lanjutnya, tidak selalu menghadirkan kepastian. Berbagai kebijakan silih berganti, mulai dari pengelompokan K1 dan K2 hingga seleksi CPNS tahun 2013 yang hanya meloloskan sebagian kecil dari jumlah mereka yang sangat banyak.
Kini tantangan baru kembali muncul sebagai akibat dari berbagai kebijakan fiskal yang dinilainya mempengaruhi pengelolaan kepegawaian di daerah.
Sehingga memunculkan keprihatinannya terhadap ancaman PPPK. “Sayangnya sistem kembali membuat mereka (PPPK) ibarat telur di ujung tanduk,” tulisnya prihatin. (*/ROLLE/JIT)






