BA’A, ROLLE.id–Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rote Ndao, menanamkan kecintaan membaca sekaligus melestarikan kekayaan budaya melalui lomba bertutur cerita rakyat.
Lomba itu digelar dalam Festival Literasi, yang dikhususkan kepada anak-anak pada jenjang Sekolah Dasar (SD/MI).
Tujuannya adalah sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengenal, memahami, dan menghidupkan kembali cerita rakyat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Rote Ndao, Benyamin Koamesa, melalui Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Folkes Panie, menyebut untuk membentuk generasi literat sejak usia dini.
“Melalui lomba itu, nilai-nilai kearifan lokal diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Folkes.
Selain keberanian untuk tampil, lomba bertutur, menurutnya sebagai sarana efektif untuk mengasah kemampuan berbahasa, memperkaya kosakata, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Di saat yang sama, kegiatan tersebut memperkuat karakter anak melalui pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat.
“Melalui lomba bertutur, anak-anak belajar mencintai buku, memahami warisan budaya, dan berani menyuarakan gagasan,” jelas Folkes.
“Out putnya adalah membentuk generasi cerdas dan berkarakter di Kabupaten Rote Ndao,” sambungnya. (*/ROLLE/JIT)






