Mimpi yang Hampir Padam, Simson dan Absalom Polin Bertahan Jadi Perintis

BA’A, ROLLE.id–Tidak semua perjuangan terlihat oleh mata telanjang pada proses yang berjalan diam-diam, jauh dari sorotan, yang kelak jadi fondasi bagi keberhasilan seseorang.

Kisah itulah yang pernah dijalani Simson Polin dan Absalom Polin, dua kakak beradik yang kini anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Rote Ndao.

Jauh sebelum dikenal masyarakat seperti saat ini, keduanya hanyalah anak-anak dari keluarga sederhana yang menjalani kehidupan dengan penuh keterbatasan.

Sebab, ayah mereka setiap harinya hanya mengandalkan tenaga untuk mengangkat barang sebagai buruh pelabuhan, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara sang ibu berjualan es manis agar dapur tetap bisa mengepul.

Sekelumit kisah Simson dan Absalom, diunggah Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, di akun Facebook pribadinya, @Apremoi Dethan, Senin (1/6).

Dalam unggahan, terungkap bahwa kehidupan tidak selalu ramah kepada kedua kakak beradik tersebut. Ada masa ketika usaha yang mereka bangun tidak berkembang seperti harapan. Ada waktu ketika penghasilan yang diperoleh hampir tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, langsung disebutkan Wabup Apremoi bahwa, ada saat-saat ketika mimpi yang mereka kejar terasa terlalu jauh untuk digapai. Dengan terasa bahwa jarak antara harapan dan kenyataan seolah begitu lebar.

“Tidak banyak orang yang tahu berapa kali mereka hampir menyerah. Tidak banyak yang mendengar tangisan yang jatuh dalam sunyi ketika mimpi terasa terlalu jauh untuk digapai,” tulisnya.

Namun di tengah berbagai kesulitan itu, Simson dan Absalom memilih untuk bertahan. Mereka terus bekerja meski hasil belum terlihat. Tetap melangkah dengan harapan meski jalan yang ditempuh terasa berat.

Keputusan untuk tidak menyerah itulah yang kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan hidup mereka.

Karena itu, dari sekelumit kisah yang diunggah, Wabup Apremoi menyelipkan ajakannya untuk tidak berhenti berharap ketika menghadapi masa-masa sulit.

“Tuhan sedang membentuk kekuatanmu melalui proses yang paling menyakitkan,” tulisnya mengajak. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.