BA’A, ROLLE.id–Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam pengabdian Kris Kale Lado, sebagai Tenaga Profesional Pendamping, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kabupaten Rote Ndao.
Selama satu dekade itu, Kris Kale Lado, menjadi bagian dari perjalanan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di ujung Selatan Indonesia, tepatnya di negeri sejuta Lontar.
Selama menjalankan tugas, berbagai tenaga, pikiran, waktu, dan dedikasi dicurahkan untuk mendampingi desa. Kehadirannya menjadi bagian dari proses panjang dalam mendorong desa agar terus tumbuh, berkembang, dan mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat.
Kini, masa tugasnya di Rote Ndao telah sampai pada penghujung perjalanan. Perpisahan pun menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghargaan atas karya dan pengabdian yang telah diberikan selama kurang lebih 10 tahun di Tanah Lontar.
“Ini bukan soal catatan waktu. Tapi ada jejak yang punya arti dalam perjalanan pembangunan desa di Rote Ndao,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, saat menerima kunjungan pamit diri Kris Kale Lado, yang di Rujab Wabub, Jumat (4/9).
Pergi Membawa Tugas, Tinggalkan Jejak Karya
Wabup Apremoi menegaskan bahwa, setiap pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan tidak akan pernah benar-benar berakhir.

Bahwa, orangnya mungkin saja berpindah tempat, tetapi karya dan kebaikan tetap tumbuh dan hidup dalam ingatan masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Ada jejak karya, dedikasi, dan pengabdian yang telah ditorehkan bapak Kris Kale Lado, yang sebelum mengakhiri tugasnya mengemban amanah Koordinator Kabupaten TPP P3MD Rote Ndao,” ucap Wabup Apremoi.
“Kami pemerintah berterima kasih atas setiap tenaga, pikiran, waktu, dan ketulusan yang telah diberikan untuk mendampingi serta mendorong pembangunan desa di Rote Ndao,” sambung Wabup Apremoi.
Kemudian tentang kehadirannya yang pamit diri, Wabup Apremoi mengatakan, perpisahan bukanlah akhir dari sebuah pengabdian.
Justru menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan dan nilai-nilai baik yang telah ditinggalkan selama menjalankan tugas.
“Terima kasih atas karya dan pengabdian bapak Kris selama kurang lebih 10 tahun di Rote Ndao,” ucapnya.
“Rote Ndao akan terus mengingat karya, serta mengenang pengabdian yang sudah dilakukan semasa bertugas,” ucapnya lagi. (*/ROLLE/JIT)






