Waduh! Gosip Bakau yang Guncang Bo’a Development Ditepis Enteng Kertas Kusam

Ketika kabar pembelian kayu Bakau dari hutan lindung Desa Oebela Kecamatan Loaholu mencuat, suasana Rote Ndao mendadak riuh.

Publik geger, begitu juga pemerhati lingkungan yang khawatir akan nasib Mangrove Loudanon, sabuk hijau alami yang selama ini jadi pelindung pesisir dari abrasi dan badai.

Dalam riuhnya, nama PT. Bo’a Development, ikut terseret. TDituding sebagai pihak yang berperan dalam ancaman terhadap ekosistem tersebut.

Sayangnya, di tengah pusaran tuduhan itu, Efendi Hello alias Efen, warga Desa Nemberala, muncul membawa narasi berbeda.

Ia bukan sekadar penonton, melainkan orang yang dipercaya mengurus pengadaan kayu untuk proyek Hotel Nihi.

Yang dengan nada tenang tapi tegas, Efen, menyampaikan klarifikasi yang tak main-main. “Saya pastikan bukan bakau. Sesuai kontrak, saya beli Galam,” ujarnya kepada awak media, Selasa (26/8).

Dalam penjelasannya, oleh PT. Bo’a Development, melalui Efen, membeli 2.200 batang kayu Galam dari Yus Ndun, warga Desa Oebela.

Transaksi dilakukan secara resmi. Lengkap dengan kuitansi yang telah dibawa dan ditunjukkan kepada penyidik Polres Rote Ndao. Tertera nama dan jenis kayu, serta data waktu, nominal uang yang dibayarkan kepada Yus Ndun.

“Semua jelas, Itu bukti sah,” katanya, sambil memperlihatkan selembaran kertas yang mulai kusam sebagai senjatanya.

Walau demikian, isu tersebut terus bergulir. Memantik curiga masyarakat, dan membuat Aparat Penegak Hukum (APH) tak tinggal diam.

Menyeret Efen, yang empat kali diperiksa penyidik Polres Rote Ndao. Dan meski lelah dalam prosesnya Efen, konsisten menyuarakan bahwa kayu yang dibeli adalah Galam, tidak seperti yang marak digosipkan.

“Kontrak resmi pengadaan kayu Galam,” ungkapnya tegas.

Kertas itu boleh kusam. Dengan warnanya yang pudar, dan sudut terlipat, tapi bagi Efen, kuitansi bertanggal 20 Juli 2024 itu adalah bukti paling kuat.

Disimpannya rapat-rapat, bukan sebatas dokumen transaksi. Melainkan simbol bahwa kebenaran bisa berdiri tegak meski diterpa badai gosip.

“Fakta kontrak kayu Galam, bukan Bakau” ucapnya tegas. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.