Willy Mbuik dalam Peti Pengabdian dari Papua, Disambut Tangis Pilu Keluarga

BA’A, ROLLE.id–Willi Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pulang ke Rote Ndao dalam peti jenazah yang dibungkus Bendera Merah Putih, Jumat (11/9).

Willi, yang menjalankan tugas dan pengabdiannya jauh dari orang tua dan keluarga di tanah Papua berakhir tragis. Kepulangannya menjadi duka bagi keluarga, sekaligus momentum penghormatan atas pengabdian seorang putri daerah yang telah menjalankan amanah hingga akhir hayat.

Tangis keluarga pecah ketika jenazah Willi Mbuik tiba di Rote Ndao, dengan menggunakan jasa penyeberangan ASDP. Putri yang pergi jauh dari tanah kelahirannya untuk menjalankan tugas di Papua Pegunungan itu malah diantar pulang dalam peti jenazah.

Pengabdiannya yang berakhir tragis, menggores duka teramat dalam bagi keluarga dan jejak pengorbanan yang tak mudah dilupakan. Di mana, kenyataan itu terasa terlalu pahit tapi tak bisa untuk ditolak.

Bahwa seorang seorang putri yang selama ini dinanti kepulangannya, kembali dengan terbujur kaku, akibat terkena serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tanah Papua.

Dan kni, Willi tanpa suara yang biasa menyapa, tanpa pelukan, dan tanpa berbagi cerita dengan orang-orang yang dicintainya.

Willi Simbol Amanah yang Rela Pertaruhkan Nyawa

“Terpisah jauh dari orang tua dan keluarga, Willy Mbuik telah memberikan yang terbaik demi amanah hingga akhirnya harus berpulang dengan cara tragis dalam jejak pengabdian yang tak akan terlupakan,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan, Jumat (11/9).

Ungkapannya itu bukan sebatas belasungkawa. Di dalamnya tersimpan penghormatan terhadap seorang putri Rote Ndao yang menjalankan tugas jauh dari rumah, hingga akhirnya harus mengakhiri perjalanan hidupnya di tanah pengabdian.

“Betapa perih dan rasa sakit keluarga saat menerima kenyataan bahwa putrinya kembali dengan sudah tak bernyawa,” ucap Wabup Apremoi.

Dengan perasaan yang larut dalam peristiwa trsebut, kenyataan itu disebutnya tidak pernah diinginkan oleh siapa pun terhadap orang-orang yang dicintainya.

Tetapi apapun itu, Willi telah kembali ke kampung halamannya setelah menjalankan tugasnya sebagai abdi negara di tanah Papua, yang merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Ini duka kita semua. Duka Rote Ndao dan juga duka bangsa Indonesia,” ucap Wabup Apremoi dengan suara lirih. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.