Pasca Kepsek Terkonfirmasi Positif, SD Inpres Moklain Diliburkan, Tambah 8 Kasus Kontak Erat

LIDALOAK, ROLLE.id–Kepala Sekolah Dasar Inpres Moklain (Kepsek), DL, langsung melaporkan kondisinya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Rote Ndao, Yoseph Pandie, setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tersebut diperoleh setelah menjalani rapid tes antigen (Ag) di Puskemas Feapopi, Kecamatan Rote Tengah, Jumat (25/2) lalu.

Dari laporanya, kemudian dianjurkan untuk meliburkan sekolah untuk sementara waktu. Dengan waktu libur dimulai pada Senin (28/2) hingga Sabtu (5/3).

“Saya langsung laporkan ke pak Kadis sebagai pimpinan saya. Bahwa hasil pemeriksaan saya terkonfirmasi positif,” kata Kepala SD Inpres Moklain, DL, Kamis (3/3).

“Laporanya melalui WhatsApp. Dan pak Kadis balas, kalau begitu harus di swab dan sekolah diliburkan sementara,” sambungnya.

Sebagai tindak-lanjutnya, beberapa guru dan siswa kontak erat pasien postif Covid-19, menjalani rapid di sekolahnya. Dan itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan Nakes di Puskesmas Feapopi.

Dari koordinasi tersebut, melalui Kepsek DL, minta untuk dilakukan rapid tes secara massal kepada seluruh warga SD Inpres Moklain. Hanya saja, permintaan tersebut, ditanggapi dengan fokus terhadap kontak erat.

Pelaksanaan rapid tes, dari Nakes, sebagai tindakan tracking, disebutnya dilakukan pada Selasa (1/3) hasilnya, terdapat beberapa siswa yang terkonfirmasi positif.

“Saya minta ke pak Dokter, kalau bisa rapid semua. Tapi beliau (dokter) bilang, fokus dulu kepada kontak erat, sehingga kami lakukan yang disarankan,” kata DL.

“Hasilnya, dari 2 guru dan 25 siswa yang dites, terkonfirmasi 8 orang positit rapid antigen. Semuanya adalah siswa. Dan hasil ini juga telah dilaporkan kepada pak Kadis,” kata Kepsek DL.

Untuk siswa yang terkonfirmasi positif, menurut Kepsek DL, untuk beberapa hari diijinkan untuk tidak bersekolah. Sehingga pada Senin (7/3) SD Inpres Moklain, sudah mulai dibuka kembali.

“Yang masuk sekolah khsus untuk guru yang tidak positif. Begitu juga siswa. Sehingga walau sekolah dibuka, tapi tidak untuk semua,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah kasus positif berdasarkan data yang dihimpun ROLLE.id, Jumat (25/2) lalu, menyebutkan, sebanyak 25 kasus positif di Kecamatan Rote Tengah. Rincianya, 6 kasus di Kelurahan Onatali, dan 19 di Desa persiapan Lidaloak. (*/ROLLE/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.