Sebelum Meninggal di Olalain, Aris Pamitan Jemput Istri

OLALAIN, ROLLE.id–Aris Arnoldus Toulasik (44) merupakan warga Nusaklain,, tinggal di RT/RW : 002/006 Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain.

Sekira pukul 11.00 wita, Rabu (27/3) kepada Mita Toulasik, anaknya, ada sesuatu yang sempat disampaikan.

Sekaligus sebagai suara terakhir yang didengar Mita (pamitan) setelah ayahnya keluar meninggalkan rumah.

“Korban (Aris) menyampaikan kepada anaknya, akan ke pelabuhan Pantai Baru,” tulis Kapolsek Rote Tengah, IPDA Charles Rihi Pati, dalam kronologis kejadian, yang diterima ROTE MALOLE, Rabu (27/3).

Sewaktu keluar, Aris, mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru dongker. Berpadu celana pendek, sama warna dengan kemejanya, Aris, memacu kendaraan roda dua keluar dari halaman rumah.

“Menggunakan sepeda motor untuk menjemput istrinya yang hari ini, Rabu (27/3) kembali ke Rote dengan kapal ASDP,” kata Kapolsek Charles.

Sayangnya, di tengah perjalanan, ada maksud Tuhan, kepadanya. Bisa jadi melalui cara dengan meminjam toilet, karena perutnya terasa mules.

Di rumah Merci Lorenci Adu, di Dusun Olalain Desa persiapan Daifadin, Kecamatan Rote Tengah, Aris,diijinkan menggunakan toilet yang terletak di dapur.

Dan Merci, menunggunya di depan rumah, yang kebetulan baru pulang dari sekolah.

Sehabis menggunakan toilet, Aris, yang bergegas menjemput istrinya, jatuh tergeletak di ruang tamu. Merci, yang terkejut, berusaha memangil, namun tidak direspon.

“Saksi yang panik, menelpon anggota Polsek. Marianci Mooy, yang sementara di jalan raya depan rumah saksi juga datang, lalu pergi. Kemudian datang saksi yang lain dan warga sekitar,” jelasnya.

“Saat itu sekira pukul 12.20 wita, saksi/pemilik rumah baru pulang dari sekolah,” sambungnya.

Istrinya, yang segera tiba di pelabuhan Pantai Baru, tak disangkanya akan disambut peristiwa iman yang begitu mengoyak hati.

Aris, suaminya yang harus menjemput, ternyata sudah lebih dulu dipanggil pulang Yang Maha Kuasa.

“Hasil pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di RSUD Ba’a,” kata IPDA Charles.

“Di saku samping celana, ada dompet kulit berwarna hitam. Di dalamnya terdapat uang dan KTP,” ungkapnya.

“Pihak keluarga menerima kematian korban dengan membuat pernyataan menolak outopsi, serta tidak menuntut pihak manapun di kemudian hari,” tambahnya. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.