Lapor Komandan, PAM Jumat Agung Aman Terkendali, Perayaan Paskah Berlangsung Khidmat, Umat Kristiani Bersukacita

LETEKLAIN, ROLLE.id–Perayaan Paskah tahun 2022, di Kabupaten Rote Ndao, dilaporkan bebas gangguan. TNI/Polri, yang melaksanakan tugas pengamanan (PAM) berkonsentrasi di titik-titik perayaan, Jumat (15/4).

Sejumlah gereja dijaga ketat aparat Keamanan. Baik anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1627/Rote Ndao, dan juga Polres Rote Ndao. Dengan pelaksanaan Pengamanan (PAM) adalah untuk menjamin rasa aman dan nyaman kepada seluruh umat Kristiani dalam merayakan Jumat agung hingga Paskah, Minggu (17/4).

Di mana, hari tersebut (Jumat Agung) diimani sebagai hari kematian Yesus, sebuah karya penebusan dan pembebasan terhadap dosa. Sehingga gereja menjadi pusat kosentrasi pelaksanaan PAM.

“Seluruh anggota diterjunkan. Tak hanya yang beragama Kristen, yang non Kristen pun mendapat tugas yang sama untuk melaksanakan tugas pengamanan gereja,” kata Komandan Distrik Milter (Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Bayu Panji Bangsawan, kepada ROLLE.id, Minggu (17/4).

Situasi PAM pada ibadah Jumat Agung, di Gereja St. Petrus Kecamatan Pantai Baru, Jumat (15/4). Foto : Istimewa.

“PAM Paskah ini bukan hanya dilakukan oleh anggota kami. Tapi bersinergi dengan rekan-rekan kami dari Kepolisian dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). Konsentrasinya di gereja,” sambungnya.

Tak hanya umat Kristiani, yang merasa diberkati dalam perayaan Jumat Agung, Dandim Bayu, mengaku turut merasakanya. Yang kemudian dirinya menyatakan kebanggaanya terhadap toleransi antar umat beragama di Kabupaten Rote Ndao.

Dikatakan, dari keadaan aman yang diberikan aparat keamanan terhadap perayaan Jumat Agung, hingga perayaan Paskah, merupakan salah satu tugas dalam menjaga keutuhan bangsa. Di mana, semua agama dengan segala prosesi ibadah, dijamin negara untuk dijalankan dalam kondisi aman.

“Tugas keamanan sebenarnya tugas kita semua, tak hanya TNI atau Polri. Tapi inilah wujud kehadiran negara dengan jaminan keamanan yang diberikan kepada seluruh masyarakat dengan agama dan kepercayaan yang dianut,” kata Dandim Bayu.

Umat Katholik, di Gereja St. Petrus Kecamatan Pantai Baru, saat mengikuti ibadah Misa, Jumat (15/4). Foto : Istimewa.

“Sehingga setelah perayaan Paskah ini, pada perayaan keagamaan yang lain pun negara tetap hadir dengan kondisi yang sama. Bahwa setiap orang atau kelompok yang mencoba untuk menghalang-halangi atau mengganggu prosesi peribadatan suatu agama, itu merupakan musuh negara, musuh kita semua,” sambungnya.

“Tapi di Rote Ndao, hal tersebut tidak ada, karena telah dimatikan dengam toleransi sesama umat beragama yang sangat luar biasa. Sesama agama agama lain sudah sebagai saudara kandung di sini (Rote),” ungkapnya lagi.

Dandim Bayu, mengatakan, rata-rata anggota yang melaksanakan PAM Paskah, tidak melaporkan adanya gangguan hingga perayaan Paskah, Minggu (17/4). Karena semuanya berlangsung kondusif, sesuai harapanya.

“Yang kami harapkan dalam PAM Paskah tahun ini terwujud. Semua rentetan dalam prosesi perayaan berjalan lancar dan aman. Sehingga seluruh umat dapat melangsungkan peribadatanya dengan khusuk,” kata Dandim Bayu.

Petugas dari TNI/Polri, dalam pelaksanaan PAM di Gereja Menggelama Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain, Jumat (15/4). Foto : Istimewa

Hal tersebut disampaikanya berdasarkan rangkuman laporan anggota yang melaksanakan tugas PAM Paskah. Sebagaimana yang dilaporkan Kopral Kepala (Kopka) Roni Riberu, terhadap situasi PAM-nya di Gereja St. Petrus Kecamatan Pantai Baru, Jumat (15/4).

Dengan waktu PAM dimulai pada pukul 15.00 wita, Kopka Roni, melapor kepada Dandim Bayu, sebagai Komandanya, bahwa prosesi peribadatan berlangsung aman dan damai. Di mana ibadah Misa yang dipimpin oleh Romo Dion, terpantau tak ada gangguan berarti.

“Ijin melaporkan kegiatan Babinsa Koramil 1627-02/Pantai Baru di Gereja St. Petrus, berlangsung aman. Dengan jumlah umat kurang lebih 150 orang, mengikuti ibadah Misa pukul 15.00 wita hingga selesai dengan tertip aman dan lancar,” tulis Kopral Kepala (Kopka) Roni Riberu, dalam laporanya.

Selain melaksanakan tugas PAM, Kopka Roni, juga menyampaikan himbauan terhadap penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Bagi seluruh umat selalu diingatkan untuk tak lalai untuk menerapkan dalam menjalankan ibadah.

Situasi PAM oleh TNI/Polri, pada ibadah Jumat Agung, di Gereja Menggelama Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain, Jumat (15/4). Foto ; Istimewa

Hal yang sama juga dilaporkan oleh Sersan Kepala (Serka) Haenun. Dengan titik PAM di Gereja Menggelama kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain, berlangsung seperti yang terjadi di Gereja St. Petrus Pantai Baru.

Bersama rekan dari Polres Rote Ndao dan Sat Pol PP, Serka Haenun, mengaku, situasinya aman. Yang selanjutnya dilaporkan kepada Komandanya, sebagai wujud tanggung jawabnya dalam pelaksanaan PAM di Gereja.

“Kegiatan Pengamanan ibadah Jumat Agung di Gereja Menggelama Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain, berlangsung aman, tertib dan lancar. Seluruh umat khusuk dalam peribatan dengan merasakan sukacita dalam perayaanya,” lapor Sersan Kepala (Serka) Haenun, kepada Dandim Bayu.

“PAM dimulai pukul 07.00 wita, yang dilakukan bersama Babinsa, rekan dari Polres Rote Ndao sebanyak 3 orang. Begitu juga dari Satuan Pol. PP. Demikian yang dapat dilaporkan,” sambung Serka Haenun, dalam laporanya. (*/ROLLE/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.