Muncul 11 Kasus Positif di Desa Persiapan Lidaloak, Penjabat Kades pun Ikut Rapid

LIDALOAK, ROLLE.id–Trend kasus positif Covid-19 di Kabupaten Rote terus meningkat. Per hari ini, Sabtu (26/2) muncul lagi 11 kasus positif dari hasil tracking yang dilakukan oleh tim medis UPTD Puskesmas Feapopi, Kecamatan Rote Tengah.

Langkah cepat langsung ditempuh oleh Satgas Covid-19, tingkat Kecamatan Rote Tengah, setelah sehari sebelumnya, Jumat (25/2) terkonfirmasi 3 kasus positif. Kasus ini berasal dari pelaku perjalanan, yakni 2 orang di Dusun Batuleli desa persiapan Lidaloak dan di Kelurahan Onatali.

Terpantau, Sabtu (26/2) tim medis yang dipimpin oleh dokter Mardhisem Mbeo, mentracking sejumlah pelaku perjalanan dari Kupang, juga kontak erat. Jumlahnya sebanyak 58 orang yang ditracking melalui swab rapid test antigen.

Yakni, sebanyak 22 Nakes di UPTD Puskesmas Feapopi dengan hasil tes tak terkonfirmasi kasus positif. Di mana tracking ini dipusatkan di Puskesmas, setelah melakukan kontak erat dengan dua warga Batuleli yang terkonfirmasi positif.

Tracking pun dilanjutkan setelah mengantongi sejumlah data investigasi lapangan. Berikut, melalui koordinasi yang dilakukan dengan Penjabat Kepala Desa (Kades) persiapan Lidaloak, Adibu Papa Dethan.

Hasilnya, 11 dari 36 warga yang ditracking, menunjukan hasil positif, yang di-swab menggunakan rapid tes antigen. Dari jumlah positif, 2 diantaranya tanpa gejala, satu dengan gejala demam, selebihnya batuk dan pilek.

Warga yang terkonfirmasi positif, oleh petugas medis, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Dalam kurun waktu 10 hari kedepan, mereka diminta untuk tidak berinteraksi dengan orang lain, serta melakukan protokol kesehatan.

“Perbanyak istirahat dan konsumsi obat serta makanan bernutrisi. Mohon jangan melakukan kontak dengan siapa-siapa selama isolasi mandiri,” kata Mardhisem Mbeo, di tempat tracking.

Setelah semua pelaku perjalanan ditracking, paling terakhir menjalani swab adalah Penjabat Kepala Desa (Kades) persiapan Lidaloak, Adibu Papa Dethan. Dirinya berinisiatif untuk di-swab, karena pernah melakukan kontak erat dengan salah satu warga terkonfirmasi positif.

“Beta (saya) juga mau di-swab. Karena beta pernah bertamu dan minum kopi di rumah salah satu warga yang su (sudah) positif,” kata Adibu Papa Dethan, kepada tim medis, sesaat kemudian langsung di-swab.

Hasil tesnya tak menunjukan adanya tanda positif di alat rapid tes antigen yang digunakan. Dan walau negatif, dirinya menghimbau warganya untuk memberi dukungan terhadap beberapa warga yang harus menjalani isoman, untuk mempercepat proses penyembuhan.

“Yang negatif, dukung yang positif, biar cepat sembuh. Karena kalau sonde (tidak) dukung maka sangat berpengaruh di imun tubuh,” ungkapnya.

Untuk diketahui, tracking di Batuleli, dilaksanakan di rumah Desias Lalay. Selain Penjabat Kades, Kepala Dusun Batuleli, Feki Paulus Seubelan, ikut memobilisasi warga pelaku perjalanan untuk di-swab.

Dengan pengamanan kegiatan, dilakukan oleh dua anggota Polsek Rote Tengah. Masing-masing adalah AIPDA Edwin Batmanlussy dan BRIPKA Putra Dolok. (*/ROLLE/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.