Ada 3-S dari Pak Polisi Ini di Pasar Tradisional, Kades Kuli Aisele Bilang ‘Sihir’ Kecil yang Mendamaikan

KULI AISELE, ROLLE.id–Polsek Lobalain, boleh dibilang punya ‘gudang’ kreaktifitas. Dengan jargonnya ‘DOBRAK’, serasa kian mendobrak semangat para anggotanya untuk berkreasi di tengah rutinitas pelayanan.

Sebut saja, motor pintar, dari BRIPKA Sumantri yang diakomodir melalui DOBRAK Pintar Polsek Lobalain.

Dengan motornya yang sedikit dimodif, saban hari berkeliling membawa buku-buku untuk dibaca anak-anak SD hingga SMA. Masyarakat umum pun bisa.

Itu dilakukan dengan berdasar pada tugas kepolisian, Yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Selain BRIPKA Sumantri, ada 3S, dari Kapolsubsektor Suelain, AIPTU Yohanes Umbu Zogara. Keduanya sama-sama dari Polsek Lobalain.

“Tiga S (3S) itu adalah, senyum, sapa, dan salam,” kata¬† AIPTU Yohanes Umbu Zogara, kepada ROTE MALOLE, Jumat (6/10).

Menurutnya mengekspresikan 3S, bukanlah hal sulit. Apalagi dibarengi perasaan positif, ternyata punya dampak yang luar biasa banyaknya.

Karena dirinya sudah merasakan, sehingga hal tersebut kemudian diaplikasikan dalam rutinitasnya. Yang diakui dimulai dari bangun tidur, kepada orang-orang terdekat.

Kendati demikian, juga diakui bahwa belum banyak yang mampu melakukannya. Termasuk dirinya saat mulai mencoba. Yang paling banyak terlihat dari situasi yang tengah dialami.

“Kalau tersenyum saat senang itu biasa. Cobalah tersenyum untuk membuat orang lain merasa senang dan bahagia,” kata Umbu Zogara.

“Inilah yang dilakukan di mana kami berada,” ungkapnya.

“Di pasar tradisional Kuli Aesele, dengan senyum, kami menyapa. Dengan senyum kami memberi salam, kepada para penjual juga pembeli. Karena kehadiran kami tidak hanya untuk keamanan, tapi lebih kepada jaminan suasana yang nyaman,” ungkapnya lagi.

Terhadap hal itu, Kepala Desa Kuli Aisele, Yermias Thine, kemudian merespon. Yang menurutnya kerap disepelekan.

Padahal, dengan melakukan 3-S, disebutnya tak butuh biaya tambahan. Yang bisa dilakukan hanya bermodalkan kerelaan diri.

“Sonde (tidak) ada rugi untuk lakukan itu. Malah sebaliknya ada untung besar. Seperti awet muda, hati tenang, dan sebagainya,” kata Yermias.

“Ini memang terlihat sangat kecil, tapi pengaruhnya sangat besar. Ada damai, tentram, merupaoan hal terbesar melebihi harta yang banyak,” ungkapnya. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.