DAEFA’DIN-ROLLE.id–Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, mengungkap kisah keberaniannya untuk tampil berbicara di depan orang.
Di mana, Apremoi sebelumnya merupakan sesosok pemalu yang begitu canggung.
Apalagi soal tampil, dan menyampaikan sesuatu kepada halayak orang, Apremoi, merasa tak memiliki rasa percaya diri yang cukup.
Hanya saja, Apremoi masih punya niat untuk membangun keberaniannya. Dilakukan secara konsisten, untuk bisa tampil percaya diri.
“Dulu, saya jarang tampil di depan,” ungkap Wabup Apremoi, membuka kesaksiannya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rakerda GPPS NTT, di jemaat Imanuel Meonggolo, Desa Persiapan Daefa’din, Kecamatan Rote Tengah, Selasa (25/3).
Lanjutnya, keberanian untuk tampil dan berbicara pertama kali adalah saat di gereja.
Dalam sebuah kebaktian, Apremoi diminta berdoa sebelum membaca, dan merenung firman Tuhan (Alkitab).

Tak sampai di situ. Rasa takutnya yang belum hilang, Apremoi, melawan dengan menyampaikan kesaksian di depan jemaat dalam kebaktian itu.
Apremoi, kini begitu bersyukur. Ia betul-betul ditempah dalam proses membangun rasa percaya diri.
“Pertama kali saya berdiri di sini, saya berdoa firman, dan membawakan kesaksian hidup. Di sini saya dilatih,” kenang Wabup Apremoi.
Tempat yang dimaksudnya adalah di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) jemaat Imanuel Meonggolo.
Kisah itu tak terasa sudah berlalu lima tahun. Yang terulang kembali dengan memposisikan Apremoi dalam kapasitas yang tak pernah dibayangkan.
“Lima tahun lalu, saya hadir sebagai jemaat. Hari ini saya hadir sebagai seorang Wakil Bupati,” ungkapnya. (*/ROLLE/JIT)