BA’A, ROLLE.id–Cara ini boleh dibilang unik, dan jarang dilakukan untuk mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Dilakukan sejumlah warga, yang datang tidak membawa pengeras suara, tanpa ban bekas untuk dibakar, dengan orasi teriakan keras.
Tidak ada bendera, simbol atau lambang wadah tertentu yang dibawa mobil komando. Mereka datang serasa tanpa tanpa suara, yang cuma menumpang mobil pick up.
Itu dilakukan sejumlah warga yang datang dari Kecamatan Rote Barat, Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Lobalain, Rote Tengah, dan Pantai Baru.
Mereka datang di Pengadilan Negeri Rote Ndao, untuk memberi dukungan moril atas sidang kasus hoaks yang menimpa PT Bo’a Development, Kamis (22/1) lalu.

“Kami yang datang ini tidak dengan maksud menekan jalannya proses persidangan,” kata Yopi Nggadas, koordinator pendukung PT Bo’a Development, dalam sebuah video yang diperoleh ROLLE.id (ROTE MALOLE), beberapa waktu lalu.
“Bukan cuma dari Desa Bo’a, rekan-rekan dari kecamatan lain juga ada. Seperti Rote Tengah, dan Pantai Baru,” bebernya.
Terlihat, ada selembar spanduk yang dibawa. Tulisannya jelas terbaca, dengan menampilkan kesan sejuk tanpa tekanan apapun.
Spanduk itu bertuliskan ‘maaf kawan batong dukung proses hukum tanpa tekanan’. Begitu juga name take yang dikenakan, memuat sejumlah pesan yang sama sekali tidak menyerang atau menekan lembaga peradilan tersebut.
“Cuma ini yang dapat kami lakukan terhadap perusahaan yang hadir dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Bo’a,” kata Yopi, dalam videonya. (*/ROLLE/JIT)






