Ini Cerita Target Marthen Lesiangi, Kakek Cabul Nggelamalole Ajak Nonton Bokep hingga Tunggu di Gudang

MAUBESI, ROLLE.id—Satu per satu tabiat Marthen Lesiangi, terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur di Nggelamalole Desa Maubesi Kecamatan Rote Tengah, terkuak ke permukaan.

Saat ini, baru satu korban yang memberanikan untuk melaporkan perbuatan asusilanya ke Polsek Rote Tengah, akhir tahun 2023.

Dan Marthen, sudah diperiksa sebagai terlapor, dalam laporan Marince Afliana Tungga, dalam laporan polisi bernomor : LP/B/28/XII/2023/Polsek Rote Tengah/Polres Rote Ndao/POLDA NTT, tanggal 30 Desember 2023.

Marthen, dalam beberapa informasi yang dikantongi, patut diduga telah ‘memangsa’ banyak korban. Ada juga orang dewasa, tapi anak kecil jadi target empuknya.

“Tidak hanya satu, ada banyak su (sudah) korban dari ini orang (Marthen Lesiangi),” cerita Marince Afliana Tungga, ibu korban CJL, kepada ketua dewan etik perlindungan Nasional anak Indonesia, Agustinus Nahak, yang datang menemuinya di Rote, Kamis (11/1).

“Anak saya cuma salah satu. Lainnya ada, tapi tidak berani melapor,” ungkapnya.

“Saya juga hampir jadi korbanya,” sambungnya.

Marince, kemudian membuka tabiat Marthen Lesiangi, yang diketahui.

Saat itu, dirinya sedang mengais rejeki di objek wisata pantai Telindale, dengan aktifitasnya membakar jagung muda.

Dari arah belakang, Marthen, yang memanggil, dilihatnya menunggu. Marince, kemudian pergi menemuinya sebentar.

“Beta hargai dia sebagai orang tua, makanya beta pi (penuhi panggilan),” kata Marince.

Dikiranya ada hal penting yang ingin disampaikan, terkait aktifitas berjualan.

Ternyata, Marince, juga ditargetkan. Yang begitu tiba, langsung ditunjukan sesuatu yang memacu hasrat birahi. Sebuah video porno sudah disiapkan untuk ditonton.

“Beta (saya) sampai begini, dia kasi tunjuk video. Dia bilang, lia ini dolo,” kata Marince.

“Kasi tunjuk dari Hp. Jadi beta langsung bilang, bapak jang (jangan) begitu, nanti bapak pung (punya) otak rusak,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Charles Lesiangi, suaminya. Bahwa sewaktu pulang berjualan jagung bakar, Marthen, kerap menggoda istrinya lewat telepon.

Dikatakan, istrinya beberapa kali diajak untuk bertemu di sebuah tempat yang ditentukan Marthen.

“Dia (Marthen) pernah telepon beta pung maitua (istri) ganggu-ganggu beberapa kali,” kata Charles Lesiangi, kepada ROTE MALOLE, beberapa waktu lalu.

“Pokoknya, kalau maitua mau pulang bajual, dia mulai telepon. Telepon malam-malam. Dia bilang kalau pulang na singgah gudang. Maitua langsung hantam (marah) dia,” sambungnya. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.