Pemadaman listrik di Rote Ndao bukan sekadar persoalan padam lampu semata.Tapi ini berdampak langsung pada sendi-sendi perekonomian yang kini bergeliat untuk tumbuh dan berkembang.
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dipastikan tak bisa menghindari kondisi ini sebagai ancaman serius bagi pertumbuhan perekonomianya.
Seperti warung es, kios sembako, hingga usaha rumahan lainnya di Rote Ndao, yang rasa-rasanya ‘dipukil mundur’ karena kehilangan jam operasional di siang dan di malam hari.

Di mana jumlah produksi terpaksa dikurangi, bahkan membuang bahan dagangan karena tak mampu bertahan tanpa listrik. Dan malam pun kini semakin gelap, tanpa pasokan listrik yang katanya ‘untuk kehidupan yang lebih baik’.
Kondisi ini memantik keluhan luas dari masyarakat yang hidupnya bergantung pasokan listrik. Menyusul informasi adanya pemadaman total dari ULP Rote Ndao. Terutama bagi mereka memanfaatkan energi itu untuk menambah pendapatan harian.
Harapannya cuma satu, pemerintah dan pihak terkait diminta segera mengambil langkah cepat agar beban rakyat tidak semakin berat.

“Listrik padam dari semalam JM (jam) 12 sampai saat ini belum juga menyala sedangkan kemarin malam saja Mash (masih) padam Ju (juga) dari jam 10 smpe jam 3 subuh,” tulis akun Facebook @Putra Putra di grup Anak Rote Anti Koruptor (Arak) Jumad (23/1).
“Kasian ee ktg (katong/kita) bisa AP ly (apa lai/tidak berdaya) yg (yang) ada pasrah dan terima dgn (dengan) hati,”sambungnya dengan menggunakan emoticon menangis. (*/ROLLE/JIT)







