Nama Dua Kades Ini Diminta Untuk Diabadikan, Anarae Ancang-ancang Balai Rakyat

ANARAE, ROLLE.id–Nama dua orang Kepala Desa (Kades) yang meninggal dunia, diminta untuk diabadikan sebagai nama fasilitas pemerintah.

Keduanya berasal dari Kecamatan Ndao Nuse, yang ditemukan tak bernyawa setelah pulang memancing ikan di perairan Fedok, Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Senin (20/3) lalu.

Masing-masing adalah Asahel Miteni Lende, dan Ibrahim Sereh. Di mana, Asahel, merupakan penjabat Kades Ndao Nuse, sedangkan Ibrahim, Kades Anarae, yang terpilih pada Pilkades serentak tahun 2020.

Permintan untuk mengabadikan nama kedua Kades tersebut, datangnya dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Rote Ndao, Yames M. K. Therik.

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, saat meletakan ex-banner di makam Kades Anarae, Ibrahim Sereh, Rabu (23/3). Foto : Istimewa

Hal tersebut disampaikan saat dirinya bertindak sebagai pembina, pada upacara pemakaman secara kedinasan di Desa Mbali Lendeiki, Rabu (22/3) lalu.

“Melalui momentum ini, saya minta pak Camat Ndao Nuse, untuk usulkan dua nama fasiltas pemerintah. Satu atas nama Ibrahim Sereh, dan satu atas nama Asahel Miteni Lende,” ucap Yames M. K. Therik, dalam sambutannya di upacara pemakaman Pj Kades Ndao Nuse, yang dilaksanakan di Desa Mbali Lendeiki.

“Biar mereka pergi, tetapi nama mereka diabadikan dalam bukti momentum dan monumental pemerintahan yang ada di Ndao Nuse,” sambungnya.

Menurutnya, dengan mengabadikan nama kedua orang Kades tersebut, yang tak mungkin kembali lagi, sebagai bentuk membangkitkan semangat keluarga, setelah diijinkan Tuhan mengalami peristiwa duka yang tak diinginkan.

Kepala Desa Mbali Lendeiki, Abraham Bunga, saat meletakan ex-banner di makam Pj Kades Ndao Nuse, Asahel Miteni Lende, Rabu (23/3). Foto : Istimewa

Sekaligus merupakan kebanggaan kepada seluruh masyarakat Ndao Nuse, terhadap seluruh pengorbanan yang telah dilakukan hingga akhir menutup hayatnya.

“Biar mereka tetap hidup, bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga. Tapi juga pemerintah,” ungkapnya.

Terhadap permintaan tersebut, satu desa telah menyiapkan lebih dari satu sarana atau fasilitas umum yang akan digunakan nama Kadesnya yang telah berpulang. Sarana balai pertemuan rakyat dan juga jalan, direncanakan oleh Desa Anarae.

“Bisa untuk nama jalan dari pelabuhan depan gapura atau balai pertemuan rakyat. Karena untuk balai, merupakan gagasan almarhum dan akan dikerjakan tahun ini,” kata Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Anarae, Hendri J. Tolla, kepada ROTE MALOLE, Jumat (31/3).

“Tapi itu nanti dikoordinasikan dengan pihak keluarga baru diajukan ke Camat. Karena dari pemerintah desa sendiri baru ancang-ancang untuk dua sarana, yaitu jalan, dan balai pertemuan rakyat yang akan dibangun tahun ini,” sambung Kaur Keungan Desa Anarae, Yesri H. Eba. (*/ROLLE/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.