Perserond Belum Kalah

BA’A, ROLLE.id–Pendukung tim Persatuan Sepak bola Rote Ndao (Perserond) boleh merasa kecewa terhadap hasil pertandingan melawan Persami Maumere, di lapangan Christian Nehemia Dillak, Sabtu (19/8).

Telak 3-0, Perserond, dibuat takluk tak berkutik di hadapan pendukungnya sendiri.

Padahal dalam dua laga sebelumnya, Perserond, mampu memberikan yang terbaik dengan menang tipis 1-0.

Dua kemenangan itu sekaligus membawa Perserond, bertengger di atas tiga tim lainnya di pool A. Yakni, Bintang Timur Atambua FC, Persami Maumere, dan Persena Nagekeo.

Namun di laga terakhir fase penyisihan, Persami Maumere, yang kalah dari Bintang Timur Atambua, bangkit mengejar ketertinggalanya. Perserond, dari puncak pool A, harus tergeser ke urutan tiga dari 4 tim.

Dan Persami Maumere, ‘ambil’ alih posisi Perserond, dengan sama-sama mengoleksi 6 poin, bersama Bintang Timur Atambua.

Persami, diuntungkan dengan koleksi Gol Memasukan (GM) sebanyak 7 gol. 4 gol saat mengalahkan Persena Nagekeo, dan 3 gol saat membobol gawang Perserond.

Dengan Gol Kemasukan (GK) dari Persami, hanya 1 gol, saat dikalahkan Bintang Timur Atambua.

Selanjutnya, untuk Bintang Timur Atambua, yang sempat ‘down’ dari Perserond di laga kedua, bangkit dengan kemenangan besar 4-0 atas Persena Nagekeo.

Tim ini sudah lebih dulu mengoleksi 3 poin di laga pembuka saat melawan Persami. Dengan total GK sebanyak 5 gol, yang hanya kebobolan 1 gol (GM) dari Perserond.

“Ke depanya, kami mempersiapkan hal-hal yang terbaik dalam tim,” kata asisten pelatih Perserond, Dedi Seme, dalam konferensi pers di media center, usai laga Persami vs Perserond, di lapangan Christian Nehemia Dillak, Sabtu (19/8).

Dedi mengaku, skuad yang diturunkan tidak maksimal. Ini dipertimbangkan dari kondisi beberapa pemain inti, yang disebutnya sedang cidera.

Namun, belakangan diakuinya bahwa, skuad yang diturunkan tidak full. Banyak pemain yang dalam dua laga sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan, diturunkan dalam laga itu.

Dengan pertimbanganya bahwa, Perserond,  pasti tetap bertanding di fase 16 besar, ETMC XXXII. Sehingga pihaknya tidak terlalu fokus untuk mengejar poin dengan menurunkan skuad penuh.

“Sebagai tuan rumah, kita selalu dituntut untuk juara (menang). Tapi tidak seharusnya seperti itu juga,” kata Dedi, yang mengakui ketangguhan tim Persami Maumere.

“Dan ini menjadi sebuah catatan bagi kami tim pelatih, untuk bagaimana bisa meramu (strategi) untuk kedepanya ke 16 besar untuk kami mainkan,” ungkapnya. (*/ROLLE/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.