RIP, Dua Kades di Kecamatan Ndao Nuse Meninggal Dunia, Tenggelam di Perairan Oelolot

OELOLOT, ROLLE.id–Senin (20/3) dini hari, warga Kecamatan Ndao Nuse, mendapat kabar yang sangat menyayat hati. Dua orang pemimpin desa meninggal dunia setelah pergi memancing ikan.

Keduanya adalah Asahel Miteni Lende, Penjabat Kepala Desa (Kades) Ndao Nuse, dan Ibrahim Sereh, Kades Anare.

Di mana, pada Minggu (19/3) sore, bersama seorang rekanya, Bertho Feh, mereka bertiga kemudian bertolak dari pantai Fedok, Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat.

Dengan menggunakan sebuah perahu kecil atau sampan dayung, ketiganya bertolak, dengan jarak sekitar 2 KM dari pantai tersebut untuk membuang kailnya.

Sayangnya, setelah hendak pulang, sampan yang ditumpangi dihantam gelombang. Mereka terbalik dan berusaha menyelamatkan diri.

Dari ketiga korban, hanya satu yang berhasil selamat ke tepi pantai. Korban pun langsung minta tolong untuk menyelamatkan dua rekan lainnya.

“Bertho yang berhasil selamat. Waktu sampai Fedok, dia (Bertho) kasi tahu, dan warga langsung berusaha cari,” kata Hendri. J. Tolla, kepada ROTE MALOLE, Senin (20/3).

“Waktu Bertho kasi kasi tahu, itu su (sudah) tengah malam. Dan waktu warga cari akhirnya dapat korban yang adalah bapa Penjabat Kepala Desa Ndao Nuse, Asahel Miteni Lende,” sambungnya.

Suasana evakuasi jenasah Ibrahim Sereh, korban meninggal dunia saat ditemukan dalam upaya pencarian, Senin (20/3). Foto : Istimewa

Hendri, yang merupakan salah satu perangkat Desa Anarae ini, mengaku dirinya juga terlibat dalam upaya pencarian satu korban lainnya. Yang disebutnya adalah Kadesnya.

“Setelah dapat bapa pj desa (Kades) Ndao Nuse, katong berusaha cari bapa desa Anarae. Tapi karena hari masih gelap makanya belum ketemu,” kata Hendri.

“Akhirnya bapa Ibrahim, ditemukan dengan kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke Puskesmas Delha,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut disebutnya sangat terpukul. Di mana, tak ada yang menyangka bahwa dua sosok pemimpin itu meninggal dunia di perairan Oelolot.

“Bukan hanya warga di dua desa, tapi semua orang Ndao sangat bersedih dan terpukul. Sapa (siapa) yang bisa sangka kalau ini bisa terjadi. Dua Kades meninggal sama-sama karena tenggelam,” ungkapnya.

“Tapi mau bilang apa. Semua ini Tuhan yang ator jalan hidup dan meninggal masing-masing orang,” ungkapnya lagi.

Untuk diketahui, Kecamatan Ndao Nuse memiliki 5 desa. Masing-masing adalah Desa Ndao Nuse, Mbali Lendeiki, Anare, dan Mbiu Lombo. Desa Nuse, letaknya terpisah dengan pulau sendiri, yakni pulau Nuse. Dan empat desa tersebut berada di pulau Ndao. (*/ROLLE/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.