KUPANG, ROLLE.id–Suasasana rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTT, menjadi sedikit berbeda dari biasanya.
Ini dipicu dari suara peduli seorang wakil rakyat yang menaruh perhatiannya terhadap kesejahteraan guru-guru.
Disampaikan tidak berupa kritik, melainkan cinta dan penghargaannya atas pengabdian yang tanpa pamrih dari guru.
Singgungnya terhadap keterlambatan pencairan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), Simson Polin, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, tak menghendaki guru menunggu TPP berbulan-bulan.
“Kalau kita mencintai guru, jangan biarkan mereka menunggu haknya,” ucap Simson, Rabu (3/9).

Suaranya yang sedikit bergetar, menandakan empatinya atas jasa dan pengorbanan guru yang terabaikan.
Padahal, guru.menururnya bukan sebatas tenaga pengajar. Melainkan cahaya yang menyalakan masa depan, dari masa ke masa.
“Cinta pada guru adalah cinta pada bangsa. Kalau dibiarkan mereka menunggu, berarti kita sedang abai pada masa depan anak-anak NTT,” kata Simson.
Bagi dia, membela guru adalah panggilan hati, yang menghendaki pendidikan di NTT tumbuh lebih kokoh. Ada ajaknya untuk sama-sama peduli guru.
“Mari cintai guru. Karena dari tangan merekalah lahir masa depan yang kita harapkan.” ajak Simson. (*/ROLLE/JIT)






