KUPANG, ROLLE id–Di dek kapal Ferry Garda Maritim, sosok Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, sama seperti penumpang lainnya, yang tanpa diperlakukan istimewa.
Sebelum berbaring di kasur kecil tak selebar satu meter, dan tipis, Wabup Apremoi, terlihat duduk dan sedikit berdesak-desakan dengan dua putranya, Ferel, dan Bobby di atas kasur sempit.
Wajah lelahnya, semakin tulus bertegur dan berbalas sapa dengan penumpang lainnya. Ramahnya pun tak menolak ajakan berswafoto yang diminta penumpang, dan berbincang hangat tanpa jarak.
Bagi sebagian orang, pemandangan ini terasa langka. Pejabat sekelas Wakil Bupati, yang tanpa fasilitas khusus, terlihat begitu menikmati penyeberangan selama kurang lebih empat jam.

Ternyata, Wabup Apremoi sendiri yang memilih jalur tersebut dibanding jalur lain yang lebih singkat dengan fasilitas yang cukup memadai.
Penyeberangan itu dilakukan setelah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 gereja Christian Ministry Church (CMC) di Kupang, pada Minggu (14/9).
Yang sewaktu pergi pun, Wabup Apremoi, menumpang kapal ferry milik ASDP, dan pulang dengan Garda Maritim (GM) Senin (15/9) sore.
Momen sederhana itu bertambah hangat saat seorang teman lama, Merlin Kore, menghampiri dengan cerita-cerita lama yang masih dikenang.

Keduanya bercengkrama dan memantik kagum penumpang lainnya yang tergabung bersama di dek penumpang.
“Mama wakil luar biasa e,” ucap salah satu penumpang yang mengaku bernama Martha, usai bersalaman dan berbincang kecil dengan Wabu Apremoi.
“Mama tua (beliau) sonde (tidak) mau deng (dengan) pesawat, atau kapal cepat, tapi deng verry lambat,” sambungnya penuh bangga.
Bagi Apremoi, penyeberangan itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kebersamaan. Ia tidak berdiri di atas, melainkan berada di tengah-tengah rakyatnya.

Bahkan, kasur yang berukuran tak lebih dari satu meter lebarnya, semakin dinikmati Wabup Apremoi, dalam penyeberangan Kupang-Rote.
Ditambah tegur sapanya yang khas, menjadi momen tersendiri dan terus terkenang di atas kapal Garda Maritim (GM).
Dan kasur kapal yang tipis tanpa kain pengalas itu, menjadi saksi bahwa jabatan hanyalah sementara. Tulusnya membingkai harapan di atas ombak dengan wajah paling indah dari wajah seorang pemimpin yang betul-betul merakyat.
“Dari dulu memang katong (kami) memang seperti ini. Mau cari apa yang lebih, toh hidup dan jabatan cuma sementara,” ucap Wabup Apremoi. (*/ROLLE/JIT)






