Gengsi Juara Bertahan ETMC Hancur di Tangan Pendatang Baru, BMU Kuda Hitam

HOLOAMA, ROLLE.id–Perse Ende, dengan gengsi mempertahankan rekor juara ETMC, akhirnya hancur tak bersisa. Klub pendatang baru ini ternyata punya naluri ‘penghancur’ yang luar biasa.

Betapa tidak, Perse Ende, yang diunggulkan malah sulit menjebol gawang lawan. Beberapa serangan mematikan, dengan mudah langsung dipatahkan lawanya.

Sebaliknya, BMU Alor Pantar, sebagai lawan, meladeni laga dengan penuh percaya diri. Bahwa bermain tanpa beban, dirasa lebih mengasyikan.

Hasilnya, BMU, berhasil membobol gawang Perse Ende, 2 gol tanpa balas. Gol pertama di menit ke-22, kemudian di menit ke-58.

Terjebol duluan membuat Perse Ende, semakin tertekan. Sedangkan BMU, kian agresif membentengi pertahanan, dan menyerang.

Sebelum berlaga, keduanya punya target yang sama. Berusaha untuk menang, demi tiket 8 besar.

Dan kemenangan ini berpihak kepada BMU Alor Pantar. Sekaligus menghancurkan gensi Perse Ende, yang ngotot mempertahankan trofi ETMC XXXII Rote Ndao.

Yang sebelumnya berhasil direbut di ETMC XXXI Lembata, tahun 2022 lalu.

“Perse Ende, sudah menampilkan yang terbaik. Hanya keberuntungan belum berpihak kepada kami,” kata manager Perse Ende, M. Syahrir, dalam konferensi pers di media center lapangan Paulina Haning-Bullu, Jumat (25/8).

Lain halnya dengan BMU. Pelatih, Sunardinsyah, berhasil melancarkan strteginya setelah mengidentifikasi sisi lemah Perse Ende.

Dirinya langsung menyebut letak kelemahan di sisi kiri dan kanan. Yang diakui tidak menyerang dari sisi tengah.

“Saya tidak masuk dari sisi tengah, tapi melalui sisi kiri dan kanan. Itu yang membuat saya beruntung di situ,” kata Sunardinsyah.

“Karena dua penyerang saya itu punya kecepatan yang baik, melebihi kecepatan Perse Ende. Dan kami bermain tanpa beban,” ungkapnya. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.