ONATALI, ROLLE.id–Dalam kebersamaan menanam pohon cinta literasi budaya di SMA Negeri 1 Rote Tengah (Roteng), perwakilan PT Bo’a Development, Samsul Bahri, menitipkan pesan tegas, dan edukatif.
Itu disampaikan saat dihadapkan pada pertanyaan seorang guru mengenai posisi perusahaan dalam kasus yang sedang bergulir.
Tapi, perwakilan PT Bo’a Development tetap memilih sikap proporsional, dan menegaskan ranah penyelesaian persoalannya dipercayakan di tangan aparat penegak hukum.

“Saya tidak mau mengomentari terlalu dalam, karena ini sudah menjadi rananya penegak hukum. Kita percayakan kepada penegak hukum,” tegas perwakilan PT Bo’a Development, Samsul Bahri, Sabtu (29/11).
Namun, Samsul, member satu pesan penting kepada masyarakat Rote Ndao agar tidak terseret arus informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pesannya begitu sederhana namun mengena. “Cuman satu, cerdas menggunakan jarinya. Itu sah, itu sah,” ujarnya dengan menggunakan dialek bahasa Rote.

Samsul, menekankan bahwa di era digital, masyarakat memiliki peran besar menjaga ketenangan sosial melalui cara mereka mengelola informasi di media sosial.
Yang menurutnya, banyak polemik membesar karena tergesa-gesa dalam menekan tombol bagikan.
Padahal, setiap tindakan digital dapat berdampak pada suasana sosial dan psikologis masyarakat. Karena itu, kehati-hatian perlu menjadi budaya baru.
“Ketika membaca sesuatu, ditelusuri sebelum meng-share dan like. Pahami terlebih dahulu. Cermati dulu,” pesannya.

Samsul, kembali menegaskan bahwa seluruh persoalan yang kini menjadi sorotan publik sedang ditangani dengan mekanisme hukum yang berlaku.
“Karena terkait hal-hal yang menjadi polemik sudah ditangani oleh penegak hukum. Itu menjadi raranya penegak hukum,” ulang Samsul, menegaskan sikap perusahaan.
Melalui pernyataannya, PT Bo’a Development berharap masyarakat dapat berperan menjaga kedamaian dan kesehatan informasi di ruang digital sambil menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Satu saja pesan saya, cerdas menggunakan jari.” kata Samsul.
Untuk diketahui, ada ratusan anakan tanaman pohon cinta literasi budaya yang ditanam bersama remaja putri literasi budaya Indonesia 2025, Mayana Tyselanata Saleky. (*/ROLLE/JIT)







