Bertelanjang Kaki Masuk Sawah hingga Rasa Dampak Abrasi, Wabup Apremoi Jumpa Penghibah Lahan SMP Baru

Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menunjukkan kepeduliannya dengan turun, dan melihat dari dekat persoalan yang dikeluhkan masyarakat petani di Kecamatan Pantai Baru.

Dengan kaki tak beralas, Wabup Apremoi, berjalan menyusuri tanah berlumpur. Sebagaimana terlihat dalam sebuah postingan yang terunggah di akun Facebook miliknya @Apremoi Dethan, Jumat (21/3).

Langkah kakinya terayun begitu mudah, seraya tidak memperdulikan kondisi yang bisa saja menimbulkan kesan tak nyaman.

“Anak sawah, turun sawah, sudah biasa,” singkat Wabup Apremoi, saat dikonfirmasi ROTE MALOLE, Senin (24/3).

“Bukan karena jadi Wakil Bupati baru turun. Tapi ini komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan dari pak Prabowo,” sambungnya.

Sebelum bertelanjang kaki di sawah, Wabup Apremoi, mengaku terlebih dahulu melihat kondisi embung Uma Kapa yang dikeluh rusak pada beberapa sarana.

Mulai dari gate valve yang tak berfungsi, sehingga air yang tertampung terbuang saat tidak.dimanfaatkan. kemudian bagian spilway, juga penumpukan sedimen.

“Dari embung Uma Kapa, baru katong (kami) ke sawah untuk lihat kondisi longsor. Karena banyak petani mengeluh kalau sawahnya terancam hilang,” jelas Wabup Apremoi.

“Panjang kerusakan (lonsong) kurang lebih 3 km. Ada dinas teknis juga turun dan melihat sehingga bisa menganalisa solusi yang harus dihadirkan,” jelasnya lagi.

“Kondisi ini terjadi setiap musim hujan. Kasihan ada sawah yang dulunya besar, sekarang jadi kecil karena longsor,” sambungnya.

Terhadp embung Uma Kapa, Wabup Apremoi, memastikan untuk secepatnya diperbaiki. Pasalnya, air dari embung tersebut dimanfaatkan untuk memgairi hampir lima ratus bidang sawah.

“Embung Uma Kapa, rusaknya di Gate Valve, Spilwai. Air yang ditampung juga berkurang karena sudah banyak sedimen yang menumpuk,” jelas Wabup Apremoi

“Dinas PUPR sudah mencatatnya untuk diperbaiki. Karena ada 64 hektar lahan sawah yang pakai air dari situ,” sambungnya

“Luasan itu, ada 485 bidang sawah yang digarap lebih dari seratus orang, untuk menghidupi 500-an jiwa. Yang setelah panen padi, dilanjutkan dengan tanaman hortikultura,” tambahnya.

Lanjutnya, dari kompleks persawahan Sumber Harapan, Wabup Apremoi, menyempatkan diri untuk meninjau kondisi abrasi di Desa Oenggae.

Di sana, ia mendapati satu rumah warga sudah tak dihuni karena rusak dihantam abrasi.

“Kalau di Oenggae, ada keluhan abrasi yang mengancam permukiman warga. Kasihan satu keluarga harus kehilangan tempat tinggal,” kata Wabup Apremoi.

“Segera kami merespon ini. Sebagaimana yang diminta adalah pemerintah membantu menyediakan tempat tinggal,” ungkapnya.

Dan mengakhiri agendanya di hari itu, Wabup Apremoi, berkesempatan meninjau lahan yang dihibah warga kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Lahan warga seluas 200 x 50 meter, disebutnya dari keluarga Nggaluama, dihibah untuk membangun sekolah di Kecamatan Pantai Baru.

“Sebelum pulang, kami lihat lokasi yang diserahkan untuk bangun SMP baru. Penghibah langsung menunjukan lahan yang mau dikasi ke pemerintah” ungkap Wabup Apremoi. (*/ROLLE/JIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.