BO’A, ROLLE.id–Tak disangka, muncul respon PT Bo’a Development pasca dilakukannya penangguhan penahanan terhadap Erasmus Frans Mandato (EFM)
Disampaikan Syamsul Bahri, kuasa PT Bo’a Development, yang mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi terkait proses hukum yang menyeret EFM.
Responnya ini, hanya ingin mengedukasi publik Rote Ndao, agar tidak mudah terpancing, yang dengan harapan menjaga keutuhan.
“Harapan kami, masyarakat bisa menyeleksi informasi yang faktual secara cermat dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah belah,” kata kuasa pelapor, Syamsul Bahri, Sabtu (13/9).
Harapan itu muncul di tengah ramainya pembicaraan publik soal penangguhan penahanan EFM, yang dilakukan Polres Rote Ndao atas dugaan kasus ITE.

Begitu juga posisi PT Bo’a Development, yang ditegaskan tidak bertindak sebagai dan atau melebihi polisi. “Posisi kami sebatas pelapor. Semua keputusan ada di tangan Aparat Penegak Hukum (APH),” tegas Syamsul.
Lebih jauh, kata Syamsul, PT Bo’a Development, meminta masyarakat untuk tidak menempatkan diri sebagai hakim di ruang publik.
Sebab, proses hukum menurutnya, harus diberi ruang untuk berproses tanpa intervensi.
Juga diingatkan bahwa provokasi justru menghambat tercapainya keadilan. Dan publik diimbau untuk mengedepankan informasi resmi, bukan spekulasi.
Pernyataannya itu menegaskan komitmen PT Bo’a Development yang menghormati proses hukum yang dilakukan Polres Rote Ndao. “Kita perlu memilah antara fakta dan opini,” kata Syamsul. (*/ROLLE/JIT)








